Ringkasan Berita:
- Rekor Sejarah Hattrick:Persib Bandung berhasil mencatatkan rekor hattrick gelar juara liga secara berurutan serta memastikan logo 5 bintang setelah mengumpulkan 79 poin pada akhir musim.
- Tembok Pertahanan KokohKunci kemenangan Maung Bandung dalam meraih gelar juara berada pada lini pertahanan yang hanya kebobolan 22 gol.
- Kritik Lini Serang:Sektor penyerang pernah mendapat kritikan keras karena dianggap kurang mampu mencetak gol. Dari total 59 gol yang dicetak Persib, tiga pemain asing (Jung, Ramon, Castel) hanya memberikan kontribusi sebanyak 19 gol.
, BANDUNG -Persib Bandung berhasil memperoleh gelar juara Indonesia Super League 2025/2026, dengan mencatatkan rekor hattrick, menjadi juara Liga tiga kali berurutan.
Tentu saja pencapaian ini tidak mudah diraih, sejak liga profesional berlangsung di Indonesia, baru Persib yang mencatatkan rekor hattrick, serta memiliki 5 pemain utama.
Persib berhasil meraih gelar juara meskipun jumlah poin yang diperoleh sama dengan Borneo FC, yaitu 79 poin. Di urutan ketiga berada Persija Jakarta dengan total poin 71.
Meskipun Persib memenangkan pertandingan, bukan berarti tim tersebut memiliki jumlah gol terbanyak, tetapi Persib menjadi tim yang paling sedikit kebobolan.
Memang di musim ini, Persib dianggap sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik. Sepanjang musim, Persib hanya kebobolan 22 gol, sementara tim yang paling sedikit kebobolan adalah Persija Jakarta dengan 39 gol, dan Borneo FC kebobolan sebanyak 31 kali.
Sementara jumlah gol yang dicetak oleh Persib hanya sebanyak 59, lebih sedikit dibandingkan Borneo yang mengoleksi 74 gol, serta Persija yang mencetak 65 gol. Bahkan Persib juga kalah dari Persebaya yang berada di posisi keempat dengan total 61 gol sepanjang musim.
Lini pertahanan Persib sering mendapat pujian dari para komentator serta Bobotoh, tentu saja terlihat dari jumlah gol yang kebobolan paling sedikit.
Namun, serangan Persib, khususnya pemain depan sering mendapat kritik dari Bobotoh, tentu saja karena kesulitan dalam mencetak gol, meskipun akhirnya Persib menjadi juara dan hal itu seolah-olah terlupakan.
Meskipun tiga pemain depan Persib, yaitu Ramon Tanque, Andrew Jung, serta Sergio Castel sering mendapat kritik dari Bobotoh, hal tersebut akhirnya dilupakan setelah Persib berhasil meraih gelar juara.
Ketiganya dinilai sulit dalam mencetak gol, bahkan beberapa kali memperoleh kesempatan emas namun gagal mengubahnya menjadi gol.
Jika melihat data statistik ketiga pemain tersebut di Super League, Andrew Jung paling efektif, sementara pemain yang didatangkan pada paruh musim, Sergio Castel, hingga akhir kompetisi tidak mampu mencetak gol.
Dari 25 penampilan di Super League dengan total 1.318 menit bermain, Jung berhasil mencetak 11 gol dan memberikan 2 assist.
Sementara itu, Ramon bermain dalam 28 pertandingan sepanjang musim dengan total waktu bermain 1279 menit, dan mencetak 8 gol serta memberikan 2 assist.
Sergio Castel, yang hanya bermain di paruh kedua musim, tampil dalam 6 pertandingan dengan total waktu bermain 90 menit.
Sehingga dari 59 gol yang dihasilkan Persib, hanya 19 gol yang dibukukan oleh penyerang yang dimiliki Persib, sedangkan sisanya dicetak oleh pemain lainnya.
Tiga penyerang tersebut sering mendapatkan kritik, bahkan Andrew Jung yang paling efektif, namun pada saat itu ia lebih memilih mengabaikannya.
"Ah, selalu ada kritik, Anda tahu, saya tidak peduli dengan kritik," ujar Jung, beberapa waktu lalu di Stadion GBLA.
Jujur saja, Jung mengakui, ia tidak suka membicarakan statistik, tetapi bisa dilihat dari statistiknya.
"Bisa saja lebih baik, bisa juga lebih buruk, tapi tidak masalah. Kritik itu wajar, saya tidak peduli," katanya.
Dari tiga penyerang yang akan bermain untuk Persib pada musim 2025/2026, hanya Sergio Castel yang telah diumumkan hengkang, sementara Ramon dan Jung belum ada pengumuman resmi apakah mereka akan tetap bertahan di Persib pada musim mendatang.
.gif)