PEREKAT INFORMASI

Hasil Survei Gibran, 43,8 Persen Publik Puas dengan Kinerja Anak Jokowi, Ini Rinciannya

Laporan survei nasional Puspoll Indonesia yang dilakukan pada periode 18–26 Mei 2026 menunjukkan penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dibandingkan hasil survei sebelumnya yang dilaksanakan pada Agustus 2025.

Penurunan juga terjadi pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Penelitian yang melibatkan 2.400 peserta menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja wakil presiden berada di bawah 50 persen.

Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan dan keraguan masyarakat terhadap arah pemerintahan meningkat dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan terakhir.

Temuan ini menjadi salah satu petunjuk yang menunjukkan perubahan pandangan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dialami sepanjang tahun 2026.

Detail Tingkat Kepuasan terhadap Kinerja Gibran

Berdasarkan data survei, 43,8 persen peserta menyatakan kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Nomor tersebut terdiri dari:

  • 39,5 persen peserta mengungkapkan bahwa mereka cukup puas.
  • 4,3 persen peserta mengungkapkan sangat puas.

Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan masyarakat meningkat hingga mencapai 51,1 persen.

Kepala Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menyatakan tren ini menunjukkan penurunan dibandingkan survei sebelumnya.

Sebesar 43,8 persen, mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 52,9 persen," kata Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia Chamad Hojin, di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026), seperti dilaporkan Kompas.com.

Berdasarkan data survei, pada Agustus 2025 tingkat ketidakpuasan berada pada 42,9 persen, sementara di Mei 2026 naik menjadi 51,1 persen.

Kepercayaan terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Mulai Menurun

Selain mengukur tingkat kepuasan, survei juga menunjukkan tingkat harapan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hasilnya menunjukkan penurunan yang sangat mencolok.

"53,2 persen pada Mei 2026, setelah sebelumnya 80,4 persen di Agustus 2025," ujar Chamad.

Maknanya, masyarakat yang percaya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik mengalami penurunan sekitar 27,2 poin persentase dibandingkan survei sebelumnya.

Sebaliknya, jumlah penduduk yang ragu-ragu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Data survei menunjukkan peningkatan tingkat ketidakpercayaan masyarakat dari 15,8 persen pada Agustus 2025 menjadi 43,1 persen pada Mei 2026.

Mayoritas masih merasa bahwa Indonesia sedang bergerak ke arah yang tepat

Meskipun beberapa indikator mengalami penurunan, sebagian besar responden tetap menganggap Indonesia berada pada jalur yang tepat.

Chamad mengatakan bahwa 51,7 persen responden merasa Indonesia sedang menuju ke arah yang tepat.

"34 persen mengatakan berada di jalur yang salah," ujar Chamad.

Sementara sisanya memilih tidak menjawab atau memiliki pendapat berbeda berdasarkan hasil survei.

Puspoll: Belum Ada Kekacauan Kepemimpinan Pemerintah

Puspoll Indonesia menganggap hasil survei tersebut belum menunjukkan adanya penurunan kredibilitas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Chamad, tingkat kepuasan terhadap Presiden masih berada di bawah mayoritas.

Namun, ia memperingatkan terjadinya penurunan kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan.

"Ini adalah tekanan terhadap kredibilitas yang berlandaskan kinerja, yang perlu dijawab melalui hasil kebijakan yang nyata, bukan hanya penguatan narasi komunikasi," ujarnya.

Ia juga menilai pemerintah seharusnya mempertimbangkan hasil survei sebagai bahan penilaian.

Pemerintah harus mengamati data tersebut sebagai peringatan dini dan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum tekanan ekonomi berubah menjadi ketidakpuasan politik yang lebih luas.

Metodologi Survei Puspoll Indonesia

Survei Nasional Puspoll Indonesia dilakukan antara 18 hingga 26 Mei 2026, yang melibatkan sebanyak 2.400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Berikut adalah rincian metodologinya:

  • Masa pengambilan data: 18–26 Mei 2026
  • Jumlah responden: 2.400 orang
  • Kesalahan margin: ±2 persen
  • Tingkat kepercayaan: 95 persen
  • Metode pengambilan sampel: sampling probabilitas menggunakan sampling acak berjenjang

Mengamati rasio wilayah perkotaan (urban) dan pedesaan (rural) serta penyebaran pemilih di setiap provinsi.

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara langsung (face to face interview) menggunakan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur.

Peserta yang berusia paling sedikit 17 tahun atau sudah memenuhi kriteria sebagai pemilih.

Pengendalian kualitas dilakukan terhadap 20 persen hasil wawancara yang dipilih secara acak.

Hasil penelitian Puspoll Indonesia menunjukkan perubahan pandangan masyarakat dibandingkan Agustus 2025.

Penurunan kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terjadi seiring dengan meningkatnya rasa ketidakpuasan dan melemahnya keyakinan masyarakat terhadap masa depan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Namun demikian, data yang sama juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih merasa Indonesia berada di jalur yang tepat, dan Puspoll menganggap situasi ini belum menunjukkan tanda-tanda krisis legitimasi pemerintah.

Temuan ini bisa menjadi salah satu parameter bagi pemerintah dalam menilai efektivitas kebijakan dan komunikasi publik, mengingat pandangan masyarakat bisa berubah seiring perkembangan situasi ekonomi, sosial, maupun pelaksanaan program pemerintah di masa depan.

(*/ )

Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita terkini lainnya di Tribun Medan

Lebih baru Lebih lama
PEREKAT INFORMASI

نموذج الاتصال