PEREKAT INFORMASI

Bripda Nopandri Ditemukan, Kapolda Kalteng Wajib Temukan Aiptu Sumariyanto

Ringkasan Berita:
  1. Bripda Nopandri Ramadhana salah satu dari dua anggota Polres Katingan yang dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (4/7/2026).
  2. Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan, pihaknya masih memiliki tanggung jawab untuk menemukan satu anggota personel lainnya.
  3. Sedangkan identitas personel yang hilang adalah Aiptu Sumaryanto.
 

, PALANGKA RAYABripda Nopandri Ramadhana salah satu dari dua anggota Polres Katingan yang dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (4/7/2026).

Merespons hal tersebut, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan, pihaknya masih memiliki kewajiban untuk menemukan satu anggota personel lainnya.

Sedangkan identitas personel yang hilang adalah Aiptu Sumaryanto.

Ia dilaporkan hilang setelah penggerebekan terhadap dua pengedar narkoba yang berakhir dengan bentrokan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kamis (2/7/2026).

Pertikaian antara aparat tersebut diduga terjadi akibat perlawanan yang dilakukan oleh keluarga target operasi. Akibatnya, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra meninggal dunia akibat serangan senjata tajam. Selain itu, anggota keluarga tersangka pelaku, Teriyo (40) juga meninggal dunia setelah tertembak.

"Satu anggota kami ditemukan dalam kondisi meninggal, jadi kami masih memiliki tanggung jawab untuk terus mencari hingga menemukan satu orang yang tersisa," ujar Iwan Kurniawan setelah kegiatan Car Free Night, Sabtu (4/7/2026).

Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, dirinya juga akan turut serta dalam pencarian personel yang hilang melalui jalur udara.

"Dan kita bekerja sama dengan berbagai lembaga yang relevan serta dari dalam," katanya.

Kapolda Kalteng mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar yang turut berkontribusi dalam proses pencarian.

Selanjutnya, Iwan juga merespons mengenai isu terduga pengedar sabu dan serangan terhadap petugas yang telah ditangkap.

Ia mengakui telah ada tersangka yang ditangkap.

"Ya, sudah ada beberapa orang yang ditahan. Nanti akan saya umumkan terkait tindakan hukumnya," tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi perintah tegas terhadap pemimpin-pemimpin pengedar narkoba.

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan respons setelah gugurnya anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra dalam kejadian penggerebekan kasus narkoba.

Kejadian itu berlangsung di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Kamis (2/7/2026).

Hal itu menyebabkan Kapolri mengambil langkah tegas yang ditujukan kepada seluruh bandar maupun pemimpin-pemimpin narkoba.

Ya, pasti instruksi tindakan tegas disampaikan oleh Kapolri kepada bawahannya.

Ambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku perdagangan narkoba atau pemimpin kriminal yang menentang upaya penegakan hukum. Terlebih jika mereka mengancam nyawa petugas atau masyarakat," ujar Listyo Sigit Prabowo, dikutip dari Tribunmedan.com, Sabtu (4/7/2026).

Diketahui bahwa perintah tindakan keras tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman tersembunyi narkotika.

"Karena mereka (bandar narkoba, red) merupakan penghancur generasi yang perlu dihilangkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkoba yang dapat merusak generasi masyarakat dan bangsa," tegasnya.

Terlebih lagi, menurut Listyo Sigit Prabowo, Indonesia akan menghadapi bonus demografi.

Oleh karena itu, Kapolri menekankan bahwa seluruh generasi bangsa Indonesia perlu dilindungi dari ancaman dampak narkoba.

Kepala Polisi Republik Indonesia Meningkatkan Pangkat Aipda Yudhie Menjadi Aiptu Anumerta

Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa secara anumerta kepada anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra.

Ia gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penangkapan dua orang yang diduga sebagai bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

Penghargaan itu diberikan oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan saat memberikan pernyataan kepada para jurnalis, Jumat (3/7/2026).

Menurut Iwan, penghargaan kenaikan pangkat luar biasa diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi almarhum yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Bagi anggota yang meninggal, kami memberikan penghargaan dari pimpinan kami, Bapak Kapolri, berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Aiptu Anumerta," kata Iwan.

Selain pengangkatan pangkat secara anumerta, Kapolri juga memberikan perhatian terhadap keluarga almarhum.

Iwan mengatakan, keluarga Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra akan mendapatkan keutamaan jika ada anggota keluarga yang ingin mengikuti proses seleksi menjadi anggota Polri.

"Dan juga memberikan satu prioritas kepada keluarga, nanti yang ingin bergabung menjadi Bintara Polri," katanya.

Sebelumnya, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi penangkapan dua orang tersangka pengedar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) pagi.

Pada kejadian itu, petugas menghadapi perlawanan dari sejumlah penduduk.

Selain menyebabkan seorang anggota polisi gugur, dua personel Satresnarkoba Polres Katingan juga dilaporkan hilang dan saat ini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Lebih baru Lebih lama
PEREKAT INFORMASI

نموذج الاتصال