PEREKAT INFORMASI

Nyimas Laula Viral, Akun Instagram Kontributor Terkenal Menghilang Tiba-Tiba

JawaPos.com - Video Nyimas Laula yang menyebar di sebuah gym di Bali memicu rasa penasaran masyarakat terhadap dirinya. Di balik kejadian tersebut, ia dikenal sebagai seorang fotografer Indonesia yang sering mengangkat topik lingkungan dan hak asasi manusia, serta telah menciptakan karya-karya untuk berbagai media internasional.

Nama Nyimas Laula masih menjadi perhatian masyarakat setelah video di mana dia menghardik seorang pria di sebuah gym di Bali menyebar di media sosial. Kejadian ini memicu respons negatif dari netizen.

Di tengah ramainya pembicaraan, akun Instagram Nyimas Laula juga mulai menarik perhatian. Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Tangsel, akun Instagram dengan nama pengguna @nyimaslaula kini tidak lagi bisa ditemukan melalui fitur pencarian.

Masih belum diketahui alasan di balik hilangnya akun tersebut. Sampai saat ini, belum ada kejelasan apakah akun itu sementara dinonaktifkan, dihapus oleh pemiliknya, atau hanya mengalami perubahan nama pengguna. Nyimas juga belum memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Sebelumnya, Nyimas yang menyatakan bekerja sebagai kontributor New York Times dan Wall Street Journal mendapat kritik setelah video yang menunjukkan dia marah kepada seorang pria di area angkat beban tersebar luas di media sosial.

Di dalam rekaman tersebut, ia terdengar mengucapkan kata-kata kasar yang memicu respons negatif dari banyak pengguna internet.

Tanggapan Nyimas

Merespons video yang menyebar, Nyimas memberikan penjelasan melalui akun Threads-nya. Ia menerangkan bahwa emosinya terpicu oleh tindakan pria tersebut yang sering melewati area platform saat ia sedang menjalani sesi Olympic weightlifting.

Menurut Nyimas, platform tersebut adalah ruang khusus untuk berlatih serta menguji catatan pribadi (PR). Oleh karena itu, dia merasa tidak pantas jika ada orang yang melewati dekat atlet yang sedang mengangkat beban karena bisa membahayakan keselamatan mereka.

Meskipun telah memberikan penjelasan, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kritik. Beberapa netizen mengaku memahami alasan terkait aspek keamanan, tetapi merasa cara Nyimas menunjukkan emosinya terlalu berlebihan dan tidak sesuai.

Hingga kini, pria yang tampil dalam video yang sedang viral belum memberikan pernyataan atau respons terhadap kejadian yang terjadi.

Biodata Nyimas Laula

Dikutip dari situs web pribadinya, Nyimas Laula menyatakan bahwa dirinya adalah seorang fotografer asal Indonesia yang mengambil fokus pada isu lingkungan dan hak asasi manusia di berbagai daerah di Indonesia. Karier profesionalnya dimulai sejak tahun 2015, dan karya-karyanya telah dipublikasikan oleh beberapa media internasional ternama, seperti Reuters, The New York Times, The Wall Street Journal, National Geographic, Bloomberg, hingga Vogue.

Di awal karierya, Nyimas mencatat kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh serta meliput salah satu kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Indonesia untuk Greenpeace. Pada tahun 2019, ia menghabiskan enam bulan menelusuri isu pencemaran plastik di Bali sambil merekam berbagai upaya masyarakat dalam menghadapinya.

Karya-karya Nyimas juga ditampilkan dalam berbagai pameran internasional, seperti Photoville di New York City, Hong Kong Press Club, dan Jamii Esplanade di Toronto melalui proyek dokumenternya yang berjudulINSIDEPada tahun 2021, ia ikut mengarahkan serial dokumenter yang membahas dampak wabah Covid-19 terhadap komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah.

Selama karierya, Nyimas telah memperoleh berbagai penghargaan internasional. Pada tahun 2024, ia mendapatkan Penghargaan Keunggulan dalam Inovasi Jurnalistik dalam SOPA Awards melalui proyekBeneath The Sandsbersama Environmental Reporting Collective. Sebelumnya, pada tahun 2022, serial dokumenterPetani Melawan Krisis Globalmasuk dalam daftar nominasi The Webby Awards untuk kategori Dokumenter Tidak Terdokumentasikan.

Karyanya juga pernah dimuat oleh berbagai media internasional, seperti The New York Times, Reuters, The Wall Street Journal, National Geographic, Vogue, The Washington Post Magazine, Rest of World, DER SPIEGEL, DIE ZEIT, serta VICE News. Selain itu, Nyimas pernah melakukan proyek untuk beberapa klien antara lain Greenpeace Indonesia, Samsung Indonesia, Clinique, Dove, Kopernik, dan GirlGaze.
Lebih baru Lebih lama
PEREKAT INFORMASI

نموذج الاتصال